PENGUKURUAN KADAR GULA DENGAN INDEKAS BIAS MENGGUNAKAN REFRAKTOMETER

1.    Tujuan Percobaan

Melatih maha siswa menggunakan refraktometer

–    Membuktikan adanya hubungan antara kadar indeks bias dengan kadar gula

II.    Dasar Teori

Pembiasan cahaya adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahya karena melalui 2 medium berbeda kerapatan optiknya. Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi 2 yaitu:

a. Mendekati garis normal

b.  Menjauhi garis normal

(wiwi widarsih,2002)

Indeks bias pada medium didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium. Secara matematis, indeks bias dapat ditulis:

dimana:

n = indeks bias

c = kecepatan cahaya dalam ruang hampa (299,792,458 meter/detik)

vp = cepat rambat cahaya pada suatu medium

Indeks bias tidak pernah lebih kecil dari 1 atau (n ≥ 1).

(http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_bias)

Indeks bias merupakan perbandingan laju cahaya di ruang hampa terhadap laju cahaya di dalam medium.

(www.google.co.id/search?sclient=psy&hl=id&biw=1360&bih=538&gbv=2&source=hp&q=indeks+bias&btnG=Telusuri)

Ada beberapa  faktor yang mempengaruhi harga indeks bias cairan yaitu :

1.    Berbanding terbalik dengan suhu

2.    Berbanding terbalik dengan panjang gelombang sinar yang digunakan

3.    Berbanding lurus dengan tekanasn udra dipermukaan larutan

4.    Berbanding lurus dengan kadar atau konstrsasi larutan

(Anonimus.2009)

III. Alat Dan Bahan

Alat                                                                  Bahan

1.  Refraktometer ABBF                       1.  Aquadestilata

2.  Beaker Gelas                                   2.  Gula pasir

3.  Pipet Tetes

4.  Pengaduk

5.  Labu takar 10 cc

IV.       Cara Kerja

Menggeser Refraktometer sehingga cermin cahaya dan skala pada refraktometer mendapat penerangan yang cukup (membuka katup diafragma)

Horisontalkan teropong beserta papan skala denagn cara memutar sampai maksimal

1. Membuka gredel pada refraktrometer, kemudian meneteskan air pada perisma, menyeka prisma dengan tisu

2. Meneteskan larutan gula dari yang paling encer diatas prisma kerja

3.  Mengatur lapang pandang dengan ulir kecil sehingga tinggal warna hitam dan putih dan ulir besar sehingga warna hitam dan putih seimbang

4. Mencatat hasil indeks bias setiap % cairan

5.  Mencatat hasil indeks bias

6.  Perisma dibuka kembali, bidang-bidang perisma dibersihkan dengan hati-hati dan teliti dan di bilas dengan air dan keringkan       dengan kertas kasa atau tisu

7. Ulangi percobaan untuk kadar gula berikutnya dan rerahir kadar sampel

V.      Data Percobaan

Tabel 1. Pengukuran kadar gula dengan indeks bias  menggunakan refraktometer

no Kadar  gula (%) Indeks bias
1 5 % 1.3384
2 10% 1.3448
3 15% 1.3512
4 20% 1.3592
5 25% 1.3656

Tabel 2.  Perhitungan volume air gula dan volume aquadestilata

No volume air gula volume aquadestilata 

1 2 ml 8 ml
2 4 ml 6 ml
3 6 ml 4 ml
4 8 ml 2 ml
5 10 ml 0 ml

VI.     Perhitungan

Untuk menghitung kadar 5% gula dari 25% gula dalam 10 ml larutan.

Ngula =25%

Ncam =5%

Vcam = 10ml

Vgula = ?

Vgula Ngula = Vcam Ncam

Vgula 25% = 10ml 5%

Vgula = 10ml 5% : 25% = 2ml

Vcam = Vgula + Vaquades

Vaquades = Vcam – Vgula

Vaquades = 10ml – 2ml = 8ml

Jadi, untuk mendapatkan kadar 5% gula dalam 10ml larutan, dapat menambahkan 2ml gula berkadar 25% dengan aquades 8ml.

menghitung hasil %sampel.

Diket:

Y = 1,3554

X = ?

Jawab:

Y = 0,140X + 1,330

X   = 1,3554 – 1,330 : 0,140 = 0,18

= 0,18 x100% = 18%

VII.         Pembahasan

Setelah melakukan percobaan didapatkan bahawa semakin  besar %blarutan semakin besra pula indeks bisanya. Diketahui juga bahwa larutan gula memiliki refraksi yang lebar karena merupakn larutan dengan konsentrasi rendah.

Untuk menghitung indeks bias kita menggunakan alat yang dinamakan refraktometer. Cara penggunaanya yaitu dengan menempatkan pembiasan cahaya ditengah-tengah garis normal, kemudian hiitung indeks biasnya.

VIII.        Kesimpulan

1.    Semakin besra % larutan semakin besra pula indeks biasnya

2.    persamaan garisnya yaitu y= 0.134x + 1.330

3.    volume air 5% 2ml

4.    hasil kadar sempelnya 18 %

IX.          Daftar Pustaka

1.    wiwi widarsih R, Dra. DKK. 2002. Penuntun Praktikum Analisis Intrumen (Dasar-dasar) dan Penggunaan, Grayuna, Jakarta.

2.    Anonimus, 2009. Penuntun Praktikum Teknik Kimia II. Laboratorium FT, Universitas Muhamadiyah, Jakarta

3.(www.google.co.id/search?sclient=psy&hl=id&biw=1360&bih=538&gbv=2&source=hp&q=indeks+bias&btnG=Telusuri)

4.    (http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_bias)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: